Kecintaan Sandy Walsh Kepada Indonesia Sempat Meredup

Banner Baru Gamespool

Football5star.com Indonesia – Kecintaan Sandy Walsh terhadap Indonesia cukup sering diungkapkan ke publik. Ternyata, cintanya itu sempat meredup ketika sang kakek meninggal dunia.

Meski lahir di Belgia dan memiliki darah Belanda, Sandy juga dekat dengan Indonesia. Pasalnya, kakek dan nenek dari garis keturunan ibunya merupakan orang asli Indonesia.

Sandy Walsh KV Mechelen, timnas Indonesia - Instagram @sandywalsh
Instagram @sandywalsh

Sejak kecil, Sandy mengaku sering diajak berbicara tentang Indonesia oleh sang kakek. Pengaruh kakeknya yang kelahiran Surabaya itu membuat pemain asal klub KV Mechelen tersebut mulai mencintai Indonesia.

“Kakekku selalu berkata agar aku tak melupakan Indonesia. Negara yang gila sepak bola. Orang-orangnya baik, mereka suka sepak bola. Jadi, pilihan mudah. Sudah menjadi berita besar juga. Fokusku untuk tim nasional adalah hanya untuk Indonesia,” bilang Sandy, dikutip Football5star dari youtube KR TV.

Sandy Walsh KV Mechelen, timnas Indonesia 1 - Instagram @sandywalsh
Instagram @sandywalsh

“Ketika kakek masih hidup, kami sering bicara soal Indonesia. Dari sana ketertarikanku dimulai. Sejak kakek tak ada, ketertarikan mulai memudar. Tapi sejak 4,5 tahun lalu, minatku tentang Indonesia kembali berkembang. Sekarang sudah semakin besar,” ucapnya menambahkan.

Sandy Walsh Tak Menyerah Mendapatkan Paspor Indonesia

Sejak 4,5 tahun lalu Sandy Walsh mulai mencari kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan Indonesia. Caranya adalah dengan membela timnas Indonesia, sesuai profesi yang digelutinya. Hanya saja, proses untuk bisa memiliki status kewarganegaraan Indonesia ternyata tak mudah didpatnya.

Sandy Walsh - Indra Sjafri - @sandywalsh 2
instagram.com/sandywalsh

“Aku selalu ambisius. Aku senang bermain sepak bola. Aku punya paspor Belanda. Tapi sekarang aku dalam fase harus memilih timnas mana yang akan kubela,” bilangnya.

Pemain berumur 26 tahun itu menambahkan, upayanya untuk bisa memiliki paspor Indonesia belum berakhir.

“Sudah lebih dari 3 tahun, bahkan sebelum pandemi Covid-19, aku datang ke Jakarta, ke kantor PSSI membawa dokumen-dokumen. Sudah cukup lama dan memang butuh waktu, tapi aku tak menyerah dan masih berharap,” ucapnya memungkasi.

Postingan Terkait

No comments:

Post a Comment

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

SITUS SLOT GACOR

Cari Blog Ini

JASA BACKLINK BLOGROLL
OSSA88