Mustapha Hadji, Legenda Maroko yang Bermain dengan Daging Mentah di Sepatunya

Football5Star.com, Indonesia – Bagaimana cara menghilangkan rasa sakit di kaki saat bermain sepak bola? Anda bisa menaruh sepotong daging mentah di dalam sepatu, setidaknya itu menurut legenda Maroko, Mustapha Hadji.
Cerita itu hanyalah sepotong kecil dari karier luar biasa Hadji selama menjadi pesepak bola profesional. Hadji bermain dari 1991 sampai 2010 dan disebut-sebut sebagai salah satu pemain terbaik dari Afrika Utara.
Karier Mustapha Hadji
Lahir di Maroko pada 16 November 1971, Mustapha Hadji beserta keluarganya pindah ke Prancis saat dia berusia 10 tahun. Dia masuk ke akademi klub Prancis, Nancy dan berhasil menembus tim utama pada 1991.
Berposisi sebagai gelandang, Hadji bermain selama lima musim, mencatatkan lebih dari 200 penampilan dan mencetak lebih dari 90 gol.
Performanya itu membuatnya di panggil ke timnas Maroko pada Piala Dunia 1994. Dia bermain di tiga laga grup, tapi Maroko gagal lolos ke babak gugur.
Dia lalu pindah ke Sporting CP pada 1996 dan hanya bertahan satu musim, lalu pindah ke Deportivo La Coruna yang saat itu sedang menuju ke era keemasan Super Depor.
Pada 1998, dia kembali dipanggil ke Piala Dunia dan berhasil mencetak gol cantik melawan Norwegia, tapi lagi-lagi, Maroko gagal lolos ke babak gugur.
“Itu adalah salah satu gol saya yang paling bagus untuk tim nasional dengan satu yang saya cetak melawan Mesir di Piala Afrika tahun itu, tendangan salto menit terakhir yang menempatkan kami ke perempat final,” kata Hadji.
Namun performanya bersama Maroko dan Deportivo cukup bisa membuatnya meraih penghargaan Pemain Terbaik Afrika 1998.
Sampai saat ini, Hadji merupakan pemain Maroko terakhir yang bisa dapatkan penghargaan itu dan pemain Afrika Utara terakhir sampai Riyad Mahrez mendapatkannya pada 2017.
Coventry City
Namun pada 1999, Hadji membuat keputusan yang cukup mengejutkan. Dia memutuskan pindah ke klub Inggris, Coventry City, klub yang selalu berada di papan bawah dan tak pernah menembus 10 besar Premier League.
Dia ditangkan dengan harga 4 juta pounds yang mana saat itu merupakan rekor transfer klub, walaupun rekor itu tak bertahan lama karena di bursa transfer yang sama, Coventry juga merekrut wonderkid Wolves, Robbie Keane dengan harga 6 juta pounds.
Tentu saja kedatangan Hadji dan Keane membuat para fans Coventry yakin timnya bisa menembus papan atas bersama sang kapten, Gary McAllister dan rekan Maroko Hadji, Youssef Chippo.
Namun, walaupun Hadji, Keane, McAllister, dan Chippo bermain sangat apik dan Coventry mencatatkan 12 kemenangan di kandang, mereka sama sekali tak pernah menang di partai tandang dan membuat mereka hanya bisa finis di posisi ke-14.
Pada musim selanjutnya, Coventry kehilangan McAllister yang pindah ke Liverpool dan Keane yang pindah ke Inter. Coventry kembali merekrut seorang wonderkid untuk menggantikan Keane, Craig Bellamy.
Tapi, Hadji yang menjadi kapten menggantikan McAllister gagal membuat Coventry bertahan di Premier League. Mereka terdegradasi setelah hanya bisa finis di posisi ke-19, Hadji menjadi topskorer klub di liga dengan mencetak 6 gol.
Dia lalu pindah ke rival Coventry, Aston Villa pada 2001, namun kariernya tak lagi sama. Dia hanya menjadi pemain pelapis.
Setelah melakoni 62 penampilan dan 12 gol untuk Coventry dalam dua musim, Hadji hanya berhasil mencatatkan 35 penampilan dan dua gol dalam dua setengah musim di Aston Villa.
Setelah itu, dia pindah ke Espanyol sampai akhirnya memutuskan pensiun di klub Luksemburg, Fola Esch pada 2010.
Menaruh Daging Mentah di Sepatu
Dari semua cerita karier Mustapha Hadji, ada satu cerita yang sangat menarik. Saat dia mengawali kariernya di Coventry, dia menaruh daging steak mentah di atas kakinya, mengikatnya dengan perban dan selotip sebelum memakai sepatu yang lebih besar dari ukuran kakinya.
Hadji membeberkan alasan dia melakukan hal aneh itu karena menurutnya, itu meredakan cedera kaki yang dideritanya.
“Saya memiliki beberapa peluang untuk pergi ke klub besar tetapi cedera setelah Piala Dunia (1998). Faktanya, saya bermain di turnamen itu dengan keadaan cedera,” kata Hadji kepada The Athletic.
“Di sana saya pertama kali menggunakan steak mentah di kaki saya untuk menghilangkan rasa sakit.
“Saya memainkan beberapa pertandingan di Coventry dengan sepotong steak di kaki saya untuk menghilangkan rasa sakit. Ini semacam cerita nenek, mereka selalu memberi Anda hal-hal yang akan membantu Anda sepanjang hidup Anda. Tapi saya berjanji itu membantu.“
Bukan hanya menaruhnya di sepatu, setelah pertandingan, dia memasak steak itu dan memakannya.
“Ketika saya bermain dengan steak di kaki saya, saya tidak terlalu merasakan sakit di pergelangan kaki saya. Tentu saja, saya memasaknya secara fenomenal setelah pertandingan. Saya hanya membutuhkan beberapa kentang goreng dan semuanya akan menjadi luar biasa.” ujarnya.
Dokter klub, Moss Gold sendiri bahkan mengakui ternyata cara itu efektif. Bukan hanya meredakans sakit, daging mentah itu juga melindungi kakinya dari tekel keras pemain lawan. Tapi dia tetap khawatir ketika pemain menolak pengobatan yang biasanya diresepkan.
Coventry Telegraph menceritakan bahwa Mustapa Hadji pernah lupa membawa steak sebelum laga melawan Tottenham di White Hart Lane.
Dia lalu menyuruh salah satu staf untuk meminta steak ke bagian dapur White Hart Lane, namun saat itu persediaan sudah habis.
Staf itu langsung pergi keluar stadion dan mencari tukang daging dan berhasil menemukannya tepat sebelum kick off, tapi sayang Coventry kalah di laga itu.
source https://football5star.com/legenda-mustapha-hadji/




No comments:
Post a Comment