Persis Klaim Tunggakan Gaji Pemain Bukan Tanggung Jawab Manajemen Baru


Football5star.com Indonesia – Laporan adanya tunggakan gaji pemain mendapat respons dari Persis Solo. Manajemen baru Persis mengaku tak bertanggung jawab terhadap kasus tunggakan gaji yang dilakukan kepengurusan lama.
Seperti diberitakan sebelumnya, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), melaporkan adanya kasus pelanggaran hak pemain dari sejumlah klub di Indonesia. Salah satunya Persis, yang disebut masih menunggak gaji 18 pemain.

APPI menyebut kalau sengketa gaji pemain dengan Persis itu terjadi pada musim 2020 alias kepengurusan lama. Namun, mereka menyebutkan kalau masalah ini tentu juga menjadi tanggung jawab kepengurusan baru. Sebab, pada saat mengambil klub, pengurus baru pasti melakukan audit.
“Siapapun pengelola yang baru atau manajemen baru, saat ambil alih maka harus tanggung jawab terhadap situasi klub, termasuk utang piutangnya. Jadi tak bisa misalkan ada masalah lama terhadap klub itu, pengurus baru lepas tangan berdalih itu tanggung jawab yang lama. Siapapun klubnya, kebetulan yang mengajukan dari Persis,” ujar legal APPI, Jannes Silitonga.
Persis Solo Tak Tutup Mata dan Siap Mediasi
Persis, yang menerima kabar tersebut, lantas melakukan klarifikasi ke publik. Menurut mereka, saat PT. Persis Solo Saestu (PT. PSS) diakuisisi oleh Kaesang Pangarep, Erick Thohir, dan Kevin Nugroho, ada perjanjian khusus soal tanggungan dan tunggakan kepengurusan lama.
“Pada proses pemindahan kepemilikan klub, ada pasal perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak, yang menyatakan bahwa segala bentuk tanggungan dan tunggakan yang belum dibayarkan oleh manajamen Persis sebelumnya, akan menjadi tanggung jawab yang akan diselesaikan oleh Vijaya Fitriyasa,” bunti pernyataan resmi Persis.
“Pada proses akusisi tersebut, Vijaya Fitriyasa juga tidak memberikan dokumen pendukung berupa kontrak pemain dan financial statement, terkait adanya tunggakan gaji pemain PERSIS pada 2020. Sehingga, pemilik baru berasumsi bahwa kewajiban sudah diselesaikan oleh manajemen lama di bawah kepemimpinan Vijaya Fitriyasa,” sambung mereka.
Meski merasa tak ada tanggung jawab terkait kasus tersebut, manajemen baru PT. PSS tak lantas begitu tutup mata. Mereka tetap bertanggung jawab untuk memfasilitasi para pemain agar bisa mendapatkan haknya.
Pda 8 Juli lalu, manajemen Persis pun sudah melakukan mediasi dengan sejumlah pemain untuk musim 2020-21. Pihak klub juga membantu dan memfasilitasi pemenuhan tunggakan gaji yang dimiliki oleh manajemen Vijaya Fitriyasa.
Akan tetapi, pihak Persis mengaku hngga saat ini kesulitan untuk menghubungi perwakilan manajemen terdahulu, termasuk Vijaya.




No comments:
Post a Comment