Nasib Tragis Suporter Inggris Sepulang Nonton Semifinal EURO 2020 di Wembley


Football5star.com Indonesia – Keberhasilan timnas Inggris melaju ke final EURO 2020 harus dibayar mahal oleh salah seorang suporternya. Nina Farooqi, mengalami nasib tragis harus dipecat dari pekerjaannya sepulang menonton langsung kemenangan Inggris atas Denmark pada semifinal.
Farooqi memang terpaksa kehilangan pekerjaan akibat keputusannya menonton langsung duel Inggris vs Denmark di Stadion Wembley, Rabu (7/7) malam waktu setempat. Pasanya, dia ketahuan berbohong untuk bisa datang ke stadion.
Wanita berusia 37 tahun itu seharusnya memiliki jadwal masuk kerja sebagai Digital Content Coordinator di perusahaan Composite Prime. Namun, mendadak temannya menawari tiket menonton pertandingan semifinal EURO 2020 di stadion.
Tanpa pikir panjang, Farooqi langsung mengiyakan ajakan sang teman. Dia pun terpaksa berbohong kepada perusahaan dengan mengatakan sedang sakit dan tak bisa masuk kerja.
Namun, takdir seolah sudah menggiring Farooqi menghadapi nasib tragis. Ketika Inggris menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri bek Denmark, Simon Kjaer, pada menit ke-39, Farooqi larut dalam kegembiraan bersama ribuan suporter lain.
Tak disangka, kamera televisi yang menyorot ke arah kerumunan suporter di tribune, menangkap gambar Farooqi. Ketika itu, wanita asal Bradford tersebut begitu heboh merayakan gol The Three Lions yang membuat skor menjadi 1-1.
Ketika jeda pertandingan, Farooqi mendapat pesan singkat dari temannya. Sang teman mengatakan bahwa Farooqi terlihat jelas di layar televisi ketika sedang merayakan gol Inggris.
Nina Farooqi Tak Menyesal Dipecat Gegara Nonton Timnas Inggris
Keesokan pagi, dalam perjalanan menuju Leeds, Farooqi mendapat telepon dari atasan di perusahaan tempatnya bekerja. Sang bos mengatakan agar Farooqi tak perlu membuang waktu untuk masuk bekerja lagi. Dengan kata lain, dia dipecat dari pekerjaannya.
“Ada rasa penyesalan, tak ada orang yang mau dipecat. Namun, saya juga akan kecewa jika melewatkan momen penting itu (nonton di stadion). Saya tak akan ragu untuk melakukannya lagi,” bilang Farooqi.
Farooqi memang sangat memimpikan nonton langsung perjuangan Inggris di turnamen selevel EURO, langsung di stadion. Bahkan, dia terkenang momen EURO 1996, ketika Inggris gagal menjadi juara meski bertindak sebagai tuan rumah.
“Momen ini tak pernah datang sejak 1996. Saya samar-samar mengenang ketika menangis di sofa ibu waktu Gareth Southgate gagal mencetak gol melalui penalti. Sisi penggemar sepak bola dalam diri saya tak bisa menerima itu. Sepak bola adalah hidup saya,” bilang dia lagi.
Setelah peristiwa nahas itu, apakah Nina Farooqi masih ingin menonton pertandingan Inggris pada final EURO 2020? Jika melihat kenekatan dia saat semifinal yang berujung hilangnya pekerjaan, agaknya hal sama akan dilakukannya.




No comments:
Post a Comment