Kutukan Capocannoniere di Serie A Terus Berlanjut


Football5Star.com, Indonesia – Perhelatan Liga Italia musim 2020-21 telah berakhir. Inter Milan merebut Scudetto, sementara tiket ke Liga Champions diraih Atalanta, AC Milan, dan Juventus. Lalu, Cristiano Ronaldo merebut capocannoniere dengan torehan 29 gol.
Keberhasilan Ronaldo jadi catatan tersendiri. Pasalnya, dia menjadi pemain pertama yang mampu menjadi top scorer di Liga Inggris, Liga Spanyol, dan Liga Italia. Sebelumnya, CR7 jadi yang tertajam di Premier League pada 2007-08. Lalu, dia menjadi pemain tersubur LaLiga musim 2010-11, 2013-14, dan 2014-15.
Ronaldo juga menyudahi penantian Juventus untuk kembali memiliki seorang pemain yang merebut capocannoniere. Sebelum CR7, pemain terakhir Juventus yang jadi top scorer Serie A adalah Alessandro Del Piero pada 2007-08 dengan 21 gol.
Akan tetapi, kesuksesan Ronaldo itu justru menegaskan kutukan capocannoniere terhadap klub peraihnya. Sejak 2009-10, klub yang dibela peraih gelar pemain tersubur selalu gagal meraih Scudetto. Termasuk Juventus dalam 9 musim beruntun dari 2011-12 hingga 2019-20.
Terkait hal tersebut, bisa dikatakan bahwa kegagalan Juventus mempertahankan Scudetto pada musim ini gara-gara Cristiano Ronaldo. Gol-gol CR7 yang lantas menempatkannya di urutan teratas marcatori Serie A perlahan tapi pasti menggerus peluang I Bianconeri juara Liga Italia lagi.
Anomali Capocannoniere dari Milan
Bila ditelusuri, sejak memasuki milenium baru, hanya ada dua pemain yang mampu meraih capocannoniere sekaligus mengantar timnya merebut Scudetto. Kedua anomali tersebut berlangsung pada dekade pertama milenium ketiga.
Pemain yang jadi anomali pertama adalah Andriy Shevchenko. Pada 2003-04, striker asal Ukraina itu menjadi pemain tersubur Serie A dengan torehan 24 gol. Gol-golnya pun berkontribusi besar dalam mengantar AC Milan merebut Scudetto dengan keunggulan 11 poin dari AS Roma di posisi kedua.
Adapun anomali kedua adalah Zlatan Ibrahimovic. Striker asal Swedia itu mengantar Inter Milan menjuarai Serie A musim 2008-09. Itu adalah Scudetto keempat secara beruntun yang diraih I Nerazzurri. Pada musim yang bersamaan, dia merebut capocannoniere dengan koleksi 25 gol.
Satu hal yang menarik, bila ditarik lebih jauh, hanya pemain Inter dan Milan yang mampu meraih capocannoniere dan Scudetto sekaligus sejak 1984-85. Selain Shevchenko dan Ibrahimovic ada Aldo Serena bersama Inter pada 1988-89 dan Marco van Basten bersama Milan pada 1991-92.
The post Kutukan Capocannoniere di Serie A Terus Berlanjut appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen - Football5star.com.

2007-2008: Goleador de la Premier League
Cristiano Ronaldo es el único jugador en la historia en salir campeón de goleo en Inglaterra, Italia y España. 


No comments:
Post a Comment