KOLOM: Menanti Juara Baru Liga Champions


Football5Star.com, Indonesia – Ketika dua semifinal Liga Champions usai dihelat, linimasa ramai oleh perbandingan foto sang pemenang: Paris Saint-Germain (PSG) dan Bayern Munich. Dua foto itu memang kontras. Para pemain PSG meluapkan sukacita hingga di ruang ganti dengan jejingkrakan, sementara pemain Bayern hanya duduk di bangku tepi lapangan seolah tak bahagia lolos ke final.
Kiranya tak perlu membandingkan lebih jauh kedua foto itu secara dramatis. Mari fokus pada luapan kegembiraan Paris Saint-Germain. Sama sekali tak ada yang salah dengan hal itu. Mereka patut bergembira karena baru saja mencatatkan sejarah. Ini kali pertama Les Parisiens lolos ke final Liga Champions.
Sebelum ini, Les Parisiens baru dua kali masuk final antarklub Eropa, yakni Piala Winners 1995-96 dan 1996-97. Artinya, sudah 23 tahun lamanya Les Parisiens menanti untuk kembali menjejak final antarklub Eropa. Memang tak selama penantian Liverpool untuk kembali juara Liga Inggris, tapi tetap saja itu bukan masa yang pendek.
Merayakan kelolosan ke final bukan berarti tak respek atau meremehkan calon lawan di final. “Pesta” itu pun sesaat saja. Keesokan harinya, para pemain PSG sudah berkutat kembali dengan agenda latihan jelang final. Mereka tahu, trofi hanya didapatkan dengan memenangi laga final.
Lolos ke final dan juara Liga Champions untuk kali pertama juga merupakan target PSG sejak lama, terutama sejak diakuisisi Qatar Sports Investment (QSI) pada 2011. Kesuksesan mereka lolos ke final kali ini pun merupakan buah dari guyuran 1,254 miliar euro di bursa transfer sejak 2011 yang antara lain digunakan untuk memboyong Neymar dan Kylian Mbappe.
Langkah Paris Saint-Germain yang begitu jorjoran di bursa transfer memang menjengkelkan bagi sebagian orang. Kasarnya, mereka hendak membeli prestasi. Hal yang lebih menjengkelkan, mereka ditengarai menggunakan “uang haram” dari Qatar.
Liga Champions Sudah Menjemukan
Terlepas dari hal itu, kelolosan PSG ke final sesungguhnya melegakan sebagian penikmat sepak bola. Setidaknya, ada harapan melihat kemunculan juara baru di Liga Champions. Diakui atau tidak, setiap musim kita selalu berharap akan muncul klub baru yang mengangkat trofi si kuping besar.
Sejak Liga Champions –dahulu Piala Champions– dihelat pada 1955-56, baru 22 klub yang mampu juara. Itu hanya 9 persen dari total klub yang berpartisipasi selama kurun waktu 65 musim. Dari 64 gelar terdahulu, 43 di antaranya dikuasai 10 klub dari Spanyol, Inggris, dan Italia.
Kali terakhir juara baru lahir di Liga Champions pada 2011-12. Kala itu, Chelsea mengalahkan Bayern Munich pada laga final yang harus ditentukan dengan adu penalti. Sebelumnya, klub yang juga juara untuk kali pertama adalah Borussia Dortmund pada 1996-97 dengan menggasak Juventus 3-1.
Setelah Dortmund, ada beberapa klub yang hampir menjadi juara untuk kali pertama tapi gagal. Mereka adalah Valencia pada 1999-00 dan 2000-01, Bayer Leverkusen (2001-02), dan AS Monaco (2003-04). Sementara itu, setelah Chelsea juara, ada Atletico Madrid (2013-14 dan 2015-16) serta Tottenham Hotspur pada musim lalu yang coba meraih trofi juara Liga Champions untuk kali pertama tapi kandas di final.
Dalam satu dekade terakhir, Liga Champions sudah menjemukan. Dari 10 gelar, 6 di antaranya diraih duo Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Los Blancos bahkan tiga kali beruntun juara dari 2015-16 hingga 2017-18. Tak heran bila setiap kali ada klub semenjana yang moncer dan menyeruak, dukungan untuk jadi juara pun melimpah.
Kini, jelang final Liga Champions 2019-20, kiranya harapan melihat PSG juara tidaklah kecil. Apalagi mereka akan menghadapi Bayern, klub yang termasuk “public enemy” karena di antaranya terlalu dominan di Liga Jerman. Kiranya akan lebih nyaman bagi banyak orang untuk melihat Les Parisiens mengangkat trofi si kuping besar ketimbang menyaksikan Die Roten menuntaskan dengan apik #MissionLis6on.
The post KOLOM: Menanti Juara Baru Liga Champions appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen - Football5star.com.
source https://www.football5star.com/kolom-menanti-juara-baru-liga-champions/




No comments:
Post a Comment