Nostalgia Hari Ini: Tragedi Berdarah di Ellis Park Stadium


Football5star.com, Indonesia – Hari ini, 19 tahun yang lalu, 11 April 2001 terjadi salah satu tragedi di sepak bola. 43 orang dilaporakan meninggal dunia dan 158 lainnya mengalami luka-luka di Ellis Park Stadium, Johannesburg, Afrika Selatan.
Pada hari nahas itu, Ellis Park Stadium jadi tempat berlangsungnya derbi Soweto antara Kaizer Chiefs melawan Orlando Pirates dalam lanjutan Liga Afrika Selatan. Sejarah pertemuan kedua tim memang selalu hadirkan cerita tak mengenakkan.
Pada 1991 misalnya, pertemuan kedua tim membuat 41 orang merenggang nyawa akibat bentrok antar kedua suporter di Stadion Oppenheimer. Bentrokan bermula saat suporter kedua tim saling adu mulut sebelum pertandingan di mulai.
Kejadian berdarah kembali terulang saat kedua tim bertemu pada 1998. Bertempat di Ellis Park Stadium, terjadi huru hara yang membuat polisi setempat harus menembakkan peluru karet. Tidak diketahui jumlah korban tewas ataupun luka pada insiden 1998.
Dua tahun kemudian, puluhan orang alami luka-luka saat suporter kedua tim memaksa masuk ke dalam Stadion First National. Para suporter yang tak kebagian tiket tersebut memaksa masuk dengan menerobos pagar stadion.
Mengenal Derbi Soweto
Lazimnya sejumlah laga derbi di sejumlah negara di dunia, derbi Soweto di Afrika Selatan juga tercatat menjadi pertandingan yang cukup sengit. Persaingan kedua tim ini sendiri sudah berlangsung sejak 24 Januari 1970.
Akar permusuhan kedua tim ini bermula saat mantan pemain Orlando Pirates, Kaizer Motaung mendirikan klub baru bernama Kaizer Chiefs. Klub ini didirikan oleh Motaung setelah sebelumnya ia sempat merintis karier di Major League Soccer (MLS). Mantan striker tersebut tercatat membela dua klub MLS, Atlanta Chiefs dan Denver Dynamos.
Tindakan Motaung ini membuat sakit hati penggemar dan jajaran manajemen Orlando. Dikutip dari thepresidency, Sabtu (11/4/2020) keinginan Motaung untuk membuat klub baru karena dirinya sempat terlibat perselisihan dengan direksi Orlando saat ia kembali dari MLS.
Merasa sudah tak lagi satu visi dengan direksi Orlando saat itu, Motaung kemudian mengumpulkan sejumlah pemain tua Afrika Selatan dan para pemain muda untuk membentuk klub baru. Di awal terbentuk, Kaizer Chiefs sempat dianggap klub pemanis yang sulit untuk mendobrak kejayaan orlando.
Namun hal itu terbantahkan. Sokongan dari Motuang dan sejumlah mantan pemain Afrika di luar negeri membuat klub ini langsung bergeliat. Satu tahun setelah berdiri pada 1971, Kaizer meraih gelar Nedbank Cup.
Gelar demi gelar di kompetisi domestik yang didapat oleh Kaizer membuat direksi dan suporter Orlando kebakaran jenggot. Sialnya bagi Orlando pada pertemuan pertama kedua tim pada 24 Januari 1970 mereka harus kalah dari Kaizer. Bibit permusuhan pun mulai ditanam suporter kedua tim.
Tangis di Ellis Park Stadium
Pada 11 April 2001, laga kedua tim sudah diprediksi banyak pihak akan menimbulkan insiden tak terduga. Berkaca dari sejumlah peristiwa sebelumnya, aparat kepolisian setempat mencoba mencari solusi untuk mencegah hal tersebut.
Pemilihan Ellis Park Stadium jadi salah satunya. Stadion ini dipilih untuk menggelar pertandingan karena memiliki kapasitas stadion mencapai 62 ribu tempat duduk. Namun rupanya kapasitas itu belum cukup untuk menampung suporter kedua tim.
Laporan dari media lokal Afrika Selatan menyebutkan bahwa sebelum kick off, di dalam stadion semua bangku penonton sudah terisi penuh. Namun masih ada 30 ribu orang lagi yang berdesak-desakan di luar stadion dan berharap bisa masuk ke dalam.
Laga sendiri berlangsung cukup sengit. Saat pemain Kaizer, Siyabonga Nomvethe mencetak gol pada menit ke-14, suporter mulai meringsek masuk ke pinggir lapangan. Keadaan mulai tak terkendali.
Beberapa menit setelah gol dari Nomvethe, pemain Orlando, Benedict Vilakazi berhasil menyamakan kedudukan. Gol dari Vilakazi ini membuat stadion seolah-olah runtuh. Penonton yang berada di dalam tribun banyak yang terdesak dari penonton yang masuk dari belakang.
Seketika penonton yang menyaksikan pemandangan pertandingan menjadi berubah dengan menyaksikan sesama yang sekarat di atas lapangan hijau setelah mendapat bantuan petugas. Teriak kesakitan dan tangis pun membahana di dalam stadion.
Namun, pertandingan masih dilanjutkan. Padahal di sejumlah sudut stadion, para petugas sibuk memberikan pertolongan kepada para suporter yang saling berdesakan. Baru pada menit ke-33, wasit menghentikan pertandingan begitu melihat kondisi makin tak terkendali.
Seisi stadion menjadi mencekam. Kesedihan terlihat di segala penjuru. Mulai dari penonton, ofisial, pengawas pertandingan, hingga wasit menitikan air mata mereka. Puluhan kantung jenazah dijejerkan di pinggir lapangan. Banyak juga jenazah yang hanya ditutupi oleh kertas koran dan muka mereka ditutupi seadanya oleh baju yang dikenakan.
Salah satu saksi mata di tragedi berdarah ini, Jabulani Jali mengatakan bahwa ia melihat bagaimana tidak ada kesiapan dari semua pihak untuk mengantisipasi lonjakan para penonton.
“Beberapa orang mencoba untuk mendorong orang-orang yang akan masuk dari atas, namun penonton yang masuk mendorong penonton yang berada di tribun dan mendapat dorongan balik dari petugas keamanan,” kata Jali yang juga pengamat sepak bola di Afrika Selatan tersebut.
Parahnya lagi menurut Jali, saat tragedi itu terjadi para aparat kepolisian tak memiliki radio komunikasi dan sistem komando berantakan.
Beberapa bulan kemudian, pemerintah Afrika Selatan melakukan investigasi terhadap kasus ini. Laporan hakim Bernard Ngoepe menyalahkan penyelenggara stadion, suporter, pejabat liga, polisi dan koordinasi buruk diantara mereka sebagai penyebab musibah tersebut.
Ngoepe juga menemukan bukti adanya korupsi dari petugas keamanan yang menerima uang suap dari penontn yang hendak masuk kedalam stadion.
The post Nostalgia Hari Ini: Tragedi Berdarah di Ellis Park Stadium appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen - Football5star.com.
source https://www.football5star.com/nostalgia-hari-ini-tragedi-berdarah-di-ellis-park-stadium/




No comments:
Post a Comment